521 views

Semarang – Selasa, 10 Maret 2026. SMA Negeri 3 Semarang kedatangan tamu dari berbagai sekolah Kota Semarang serta perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di ruang multimedia. Seminar ini mengangkut topik yang berjudul “Saring Sebelum Sharing”.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi semakin pesat, terutama dengan munculnya berbagai platform media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta inovasi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Perkembangan tersebut membuka kesempatan untuk pengguna saling berkomunikasi dan membagi berbagai pendapat. Namun, di balik perkembangan ini, muncul pula berbagai jenis penyalahgunaan media sosial. Media sosial yang seharusnya untuk menyebarkan konten positif dan berbagai ilmu, malah dimanipulasi untuk menyebarkan konten negatif, seperti:

  1. Hoaks
  2. Konten kekerasan dan ekstremisme
  3. Judi Online
  4. Eksploitasi Seksual
  5. Cyberbullying

Selain itu, teknologi kecerdasan buatan juga kerap dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab, seperti untuk membuat gambar berisi konten yang tidak sesuai. Penyebaran konten semacam ini dapat terjadi dengan sangat cepat akibat adanya algoritma media sosial yang mempercepat distribusi informasi kepada para pengguna. Kelompok pengguna yang rentan terhadap dampak negatifnya adalah generasi muda, yaitu anak dan remaja yang mengalami kesulitan dalam mengontrol penggunaan gadge dan memilah informasi yang terdapat di media sosial.

Selain dampak negatif dari penggunaan media sosial, Dinas Pendidikan juga mengajarkan mengenai pentingnya literasi digital, yaitu kemampuan untuk memahami dan mengevaluasi informasi yang beredar secara kritis Literasi digital membantu pengguna untuk memverifikasi kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh para peserta, kegiatan seminar juga dilengkapi sesi quiz mengenai materi yang telah dipaparkan dan juga sesi diskusi antara peserta dengan narasumber yang disertai dengan pemberian berbagai hadiah menarik bagi siswa yang aktif partisipasi.

Melalui kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, diharapkan untuk seluruh materi yang disampaikan pada acara ini bermanfaat bagi seluruh pelajar. Generasi muda juga diharapkan untuk mampu menggunakan teknologi dengan bijak, antara lain dengan berpikir kritis saat mengakses media sosial, memastikan kebenaran informasi sebelum membagikanya, dan menghindari tindakan kekerasan digital dan perundungan siber agar tidak menimbulkan dampak buruk pada diri sendiri maupun pelajar lain.

Faiz Hadyan Azzam XI-12

SMAGA Media Center