Pengumuman Kelulusan Siswa 2018/2019 bisa diakses melalui silulus.sman3-smg.sch.id

Kegiatan “Live In” kembali diselenggarakan oleh SMA Negeri 3 Semarang di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini diadakan selama empat hari mulai Senin 4 Maret sampai Kamis 7 Maret 2019.

“Live In” adalah kegiatan siswa kelas X SMA 3 semarang untuk hidup bersama dengan keluarga penduduk wilayah tertentu dalam beberapa hari untuk mengikuti aktivitas kehidupan sehari-hari mereka.

Banyak aktivitas di pedesaan yang hampir tidak pernah diketahui atau dialami oleh para siswa. Kegiatan itu antara lain membajak sawah, menanam padi, membungkus jambu biji, merawat cabai, mencari rumput untuk ternak kambing, membuat gula aren, membuat kolang kaling, berjualan jamu gendong, dan berbagai aktivitas lainnya. Para siswa selama empat hari “dititipkan” kepada orang tua asuh untuk ikut beraktivitas sesuai dengan profesi orang tua asuhnya.

Kegiatan ini bermaksud untuk  membangun karakter siswa agar memiliki kepekaan sosial yang tinggi, sehingga mampu mengatasi berbagai persoalan hidup secara mandiri dalam kondisi serba keterbatasan.

Hari pertama ditempatkan di rumah-rumah warga banyak siswa yang mengeluh dan tidak dapat tidur karena kaget dengan kondisi rumah yang ditempati. Para siswa syok ketika mendapati disamping kamarnya terdapat kandang sapi yang menyebarkan aroma menyengat menerobos sela-sela kamar.

“Saya kaget sekali, malam hari keadaan gelap dan terdengar suara sapi. Selain itu, baunya menyengat ke kamar saya”, cerita Amel siswi kelas X Mipa 3.

Hari kedua dan ketiga para siswa beraktivitas penuh dari pagi hingga sore mengikuti kegiatan orang tua asuhnya ke sawah, kebun, pasar, dan tempat-tempat lainnya.

Hari keempat siswa persiapan pulang. Setelah berpamitan dengan orang tua asuh, para siswa kembali ke Semarang dengan membawa berjuta kenangan yang tak akan terlupakan sepanjang hidupnya.

Inilah labotarorium paling besar di dunia pendidikan, yaitu kehidupan nyata sehari-hari di masyarakat,  baik yang ada di sekeliling  maupun berjauhan, selama dapat di akses oleh siswa/anak. Segala bentuk peristiwa dan fenomena kehidupan baik secara langsung maupun tidak langsung akan menjadi pengamatan, pembelajaran sekaligus teladan bagi para remaja. (pt)

Leave a Reply