Pengumuman Kelulusan Siswa 2018/2019 bisa diakses melalui silulus.sman3-smg.sch.id

Berawal dari berkurangnya nilai-nilai kejujuran di kalangan para pelajar, SMA N 3 Semarang sejak tahun 2010 mencoba membuat sebuah kantin yang diberi nama Kantin Kejujuran. Kantin Kejujuran adalah sebuah tempat untuk membeli makanan dan minuman tanpa ada petugas yang melayani. Untuk membeli makanan atau minuman, siswa tinggal melihat daftar harga yang sudah ditempel. Selanjutnya, siswa memasukkan uang pembelian ke dalam kotak yang sudah disediakan. Kantin Kejujuran SMA N Semarang tidak melayani uang kembalian. Artinya siswa yang membeli makanan atau minuman harus membayar dengan uang pas.

Awal berdiri tahun 2010, Kantin Kejujuran mendapatkan modal satu juta rupiah hasil pinjaman kas Rohis SMA N 3 Semarang. Satu tahun berselang  Kantin Kejujuran mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini karena tempatnya yang kurang strategis dan banyak pembeli yang tidak melakukan pembayaran dengan semestinya. Makanan dan minuman habis tetapi uang yang didapat tidak sesuai dengan jumlah barang yang terjual.

Kantin Kejujuran SMA N 3 Semarang dikelola secara mandiri oleh siswa di bawah pengawasan guru Pendamping yaitu Bapak Hery Nugroho, S.Pd., M.Si. M.S.I.. Setiap akhir bulan para pengelola harus melaporkan keuangan kepada guru pendamping.

Kendala terbesar mengelola Kantin Kejujuran adalah kesibukan siswa dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar. Siswa kadang tidak sempat untuk berbelanja makanan dan minuman ketika sibuk untuk mengikuti ulangan atau kegiatan sekolah. Sehingga kadang Kantin Kejujuran menjadi kosong tanpa persediaan barang satu pun. Faktor lain adalah tempat yang masih kurang representatif sehingga banyak siswa yang kurang berminat membeli makanan atau minuman di Kantin Kejujuran.

Keuntungan yang didapat Kantin Kejujuran setiap bulannya akan dipotong 5 persen untuk kegiatan siswa. Baik kegiatan keagamaan maupun untuk kegiatan siswa lainnya. Sisanya akan dimasukkan kas Kantin Kejujuran. Untuk siswa yang berbelanja barang juga akan diberi uang tranport agar mereka bersemangat untuk membeli barang.

Tarisno, S.Pd. guru Bahasa Indonesia yang sering membeli makanan di kantin Kejujuran mengungkapkan bahwa kehadiran Kantin Kejujuran di lingkungan SMA N 3 Semarang sangat bagus. Hal ini karena  Kantin Kejujuran dapat menjadi salah satu media membentuk sifat jujur di kalangan siswa yang mulai menurun. “Kantin Kejujuran sangat bagus karena benar-benar menjadi tempat untuk memupuk sifat jujur di kalangan siswa”, ujarnya.

Bunga Amalya siswi Kelas XII MIPA 1 juga mengungkapkan kesannya terhadap Kantin Kejujuran di SMA N 3 Semarang. Menurut Bunga, Kantin Kejujuran dapat menjadi tempat untuk menguji kualitas iman siswa. “Siswa jujur dan tidak dapat dilihat ketika membeli makanan di Kantin Kejujuran”, katanya.

Di penghujung tahun 2010 Kantin Kejujuran SMA N 3 Semarang Pernah dikunjungi Jaksa Agung Republik Indonesia yaitu Bapak Hendarman Supandji. Beliau sangat mengapresiasi adanya Kantin Kejujuran di SMA Negeri 3 Semarang. Sekitar tahun 2014 Sri Mulyani yang saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan juga pernah mengunjungi Kantin Kejujuran SMA N 3 Semarang. Beliau berpesan kala itu agar Kantin Kejujuran harus tetap dipertahankan. Kantin Kejujuran SMA N 3 Semarang sendiri termasuk pioner di Semarang. Saat ini pun menjadi satu-satunya Kantin Kejujuran yang masih bertahan di sekolah.

Semoga kehadiran Kantin Kejujuran di SMA Negeri 3 Semarang dapat menjadi salah satu wadah untuk menumbuhkan sifat jujur di kalangan pelajar.  Jujurlah selalu siswa-siswi SMAGA! (pt)

Leave a Reply