Selamat atas Bronze Medal Ganesha Muda di ajang Castic 2019 di Macau China

Bumi Ganesha. Lomba Kewirausahaan Tingkat Jawa Tengah tahun 2019 kembali digelar di Kebon Radja Ungaran. Lomba berlabel “Indonesian Student Company Competition (ISCC) 2019 diprakarsai oleh sebuah lembaga bernama Prestasi Junior dan disponsori oleh City Bank.
Lomba ini diadakan rutin setiap tahun. Tujuan yang diharapkan panitia adalah terbentuknya karakter kewirausahaan handal di kalangan pelajar SMA/SMK. Lomba ini diikuti oleh beberapa SMA dan SMK di Jawa Tengah. Tahap awal diseleksi proposal-proposal yang masuk ke pihak panitia. Selanjutnya panitia memilih empat proposal terbaik untuk dipresentasikan dihadapan panitia. Tahap akhir akan dipilih satu proposal terbaik untuk mendapatkan Golden Ticket mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional di Jakarta.
SMA Negeri 3 Semarang diwakili perusahaan yang dikelola siswa bernama VISCO (Vinakaya Spirit Coaction Student Company) mengeluarkan produk berupa kain berasal dari amplas tahu. Ampas tahu yang selama ini belum dimanfaatkan sama sekali di tangan siswa-siswi yang bergabung dalam perusahaan VISCO berhasil diubah menjadi kain. Selanjutnya kain-kain ini dibentuk menjadi berbagai kerajinan seperti tas, doskrip, dompet, dan masih banyak lagi. Semua kerajinan dari bentuk, model, ukuran, warna semua dirancang oleh siswa. Sementara itu, pengerjaan dan finishing bekerja sama dengan penjahit lokal di sekitar Semarang.
Setelah diadakan penjurian oleh Tim Juri yang berasal beberapa perusahaan, City Bank, dan Perwakilan dari Studen Company Manila, Filipina, VISCO, Student Company dari SMA N 3 Semarang dinyatakan sebagai perusahaan terbaik dengan memenangi beberapa kategori. Pertama menjadi The Best Manager, kedua menjadi The Best Vice President Marketing, dan terakhir menjadi The Best Student Company. Yang lebih luar biasa VISCO berhak mendapatkan Golden Ticket dan mewakili Prrovinsi Jawa Tengah untuk tampil di tingkat nasional pada bulan September mendatang di Jakarta.
Menurut pembina sekaligus pendamping VISCO Drs. Wahyu Adjie, M.Pd. kesulitan terbesar yang dialami siswa-siswinya adalah stok bahan baku. Di wilayah sekitar SMA 3 Semarang bahan baku ampas tahu jumlahnya terbatas sehingga harus mencari di sentra sentra pembuatan tahu. “Selain itu kesulitan yang lain adalah dibutuhkan waktu lama untuk mengubah ampas tahu menjadi kain”, tambah Adjie. “Walaupun banyak kendala anak-anak tetap bersemangat untuk menghadapi semua tantangan ini, “ ujar Adji melengkapi keterangannya.
Rintangan terbukti bukan sepenuhnya menjadi hambatan. Hal ini terbukti dengan semangat yang luar biasa dari para siswa-siswi SMA N 3, juga pembina VISCO Drs. Wahyu Adjie, M.Pd yang tak kenal lelah menyemangati siswa-siswinya akhinya berhasil meraih Golden Ticket.
Selamat buat ganesha muda! (pt)

Leave a Reply