Indonesian Science Project Olympiad atau ISPO merupakan ajang olimpiade penelitian yang bergengsi di Indonesia. Ajang ISPO yang diadakan pada tanggal 19-21 Februari 2021 kemarin diikuti oleh lebih dari 100 tim terpilih dari seluruh Indonesia. Kategori yang dilombakan meliputi biologi, teknologi, lingkungan, kimia, fisika, dan komputer, diikuti oleh siswa/siswi tingkat SMP/Mts, SMA/MA, dan SMK se-Indonesia. ISPO 2021 diselenggarakan secara virtual.

Pada lomba ISPO 2021, Vondra Amabel Aryona dan Afina Rahmantya dari SMA N 3 Semarang berhasil meraih medali perak dengan membawakan projek penelitian berjudul VOC-Nose (Volatile Organic Compound Electronic Nose for Digestion Diagnosis Autistic Spectrum Disorder Using Arduino) yaitu alat pendeteksi gas Volatile Organic Compound untuk mendiagnosis dan mendeteksi awal kelainan sistem pencernaan yang menunjukkan indikasi awal ASD (Autistic Spectrum Disorder) berbasis Arduino. Vondra dan Afina bersaing di kategori komputer bersama dengan 9 finalis terpilih lainnya dari seluruh Indonesia.

Projek Penelitian yang Dibawakan

Di Indonesia, angka penyandang Autistic Spectrum Disorder/autism tergolong tinggi. Berdasarkan Data Center for Desease Control and Prevention (CDC, 2018) menyebutkan bahwa prevalensi kejadian penderita autism meningkat dari 1 per 150 populasi pada tahun 2000 menjadi sebesar 1 per 59 pada tahun 2014. Ditambah lagi dengan metode untuk mendiagnosis penyakit yang terkadang mahal, bersifat invasif, dan dapat menimbulkan efek samping. Dari masalah tersebut, dibutuhkan deteksi dini untuk penyandang autism sehingga mereka segera mendapatkan terapi yang sesuai. Munculah ide untuk membuat alat deteksi dini penyandang autism. Vondra dan Afina membawakan projek penelitian yang berjudul VOC-Nose (Volatile Organic Compounds Electronic Nose for Digestion Diagnosis Autistic Spectrum Disorder using Arduino). VOC-Nose adalah alat pendeteksi awal gejala ASD/autism melalui gas Volatile Organic Compound yang dihasilkan dari metabolisme pencernaan manusia berbasis Arduino. Alat ini dilengkapi dengan 5 sensor gas MQ yang dapat mendeteksi berbagai macam gas, meliputi hidrogen, ammonia, aseton, dan alcohol. Alat ini juga dapat disambungkan ke aplikasi Blynk pada smartphone untuk melihat kadar yang terkandung dalam gas yang ditiupkan ke alat tersebut. VOC-Nose menggabungkan Arduino dengan sensor gas MQ sebagai pendeteksi dini gejala autism. Cara penggunaan alat VOC-Nose pun mudah, dengan meniupkan udara ke alat kemudian dalam hitungan detik kadar gas akan keluar pada LCD alat atau melalui aplikasi Blynk. Berdasarkan pengujian alat yang dilakukan, penyandang autism memiliki kadar hydrogen, ammonia, dan alcohol di atas batas orang normal. Sehingga alat VOC-Nose sudah mampu mendeteksi gejala awal autism melalui metabolism pencernaan yang dihasilkan. Alat ini merupakan penemuan baru yang sangat bermanfaat. Diharapkan VOC-Nose dapat menjadi solusi untuk mendeteksi gejala awal autism melalui metabolism pencernaan yang dihasilkan, sehingga mereka dapat mengetahui segera dan mendapatkan terapi yang sesuai.

Perjalanan menuju ISPO 2021
Ajang ISPO merupakan ajang penelitian yang diikuti oleh peneliti-peneliti muda terbaik dari seluruh Indonesia. Tentu saja persaingan di dalamnya sangat ketat. Masing-masing tim membawakan judul penelitian terbaik mereka. Namun, persaingan yang ketat tersebut tidak mematahkan semangat Vondra dan Afina. Mereka justru semakin semangat dan pantang menyerah. Itu merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi mereka. Pemrograman alat VOC-Nose juga merupakan tantangan tersendiri, karena membutuhkan waktu dan pemahaman yang cukup dalam memrogram alat ini.
Selain itu, penelitian ini melibatkan uji coba alat kepada responden penyandang autism. Hal tersebut merupakan sebuah hambatan tersendiri karena di masa pandemi COVID-19 seperti ini sulit untuk mendapatkan responden yang memenuhi kriteria. Cara mengatasi hal tersebut yaitu dengan bekerja sama dengan para terapis di sekolah khusus untuk mendapatkan responden yang sesuai kriteria, serta membujuk para responden untuk melakukan uji coba.

Terbayar Tuntas
Setelah melalui beberapa tahap seleksi meliputi pengumpulan proposal penelitian, pengumpulan video presentasi, poster, dan powerpoint, Vondra dan Afina berhasil menembus final dan meraih medali perak pada Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2021 di bidang komputer, serta terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang internasional INFORMATRIX yang diadakan di Romania, Eropa.
Pesan untuk Siswa Lainnya
Jangan pernah takut untuk memulai, karena Anda tidak akan pernah tahu jika belum mencobanya. Jangan pernah takut gagal apabila belum melangkah. Tidak aka nada kerja keras yang sia-sia. Semoga dapat menginspirasi teman-teman semua untuk terus maju dan tidak takut untuk bermimpi setinggi-tingginya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *