Semarang – Pada Rabu, 5 November 2025, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Edukasi Sayang Pangan di SMA Negeri 3 Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Gerakan Sayang Pangan (Garangasem) yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak membuang makanan.
Dalam kegiatan ini, berbagai narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan menjelaskan bahwa semakin sedikit anak muda yang tertarik menjadi petani, padahal semua bahan pangan seperti buah, sayur, kedelai, dan lain sebagainya berasal dari kerja keras petani. “Semua makanan yang kita makan melalui proses panjang budidaya pertanian. Jika kita suka membuang makanan, sama saja kita tidak menghargai jerih payah mereka,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya menghormati makanan yang sudah disajikan. Jika tidak habis, sebaiknya diberikan kepada orang lain. “Suka atau tidak suka dengan makanannya, tetaplah makan agar tubuh tetap sehat, aktif, dan produktif,” tambahnya.

Program Gerakan Sayang Pangan memiliki slogan “Habiskan isi piringmu, stop buang pangan, yuk berbagi pangan.” Melalui kegiatan ini, siswa diajak peduli terhadap isu food waste dan food loss yang semakin meningkat. Secara global, sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahun, sedangkan di Indonesia jumlahnya mencapai 23–48 juta ton per tahun atau sekitar 115–184 kg per orang. Kondisi ini berdampak pada lingkungan, ekonomi, dan sosial, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca, kerugian ekonomi besar, serta berkurangnya sumber pangan bagi jutaan orang.
Siswa juga mendapat penjelasan mengenai perbedaan food waste dan food loss. Food waste adalah makanan siap konsumsi yang dibuang tanpa dimakan, sedangkan food loss merupakan bahan makanan yang rusak sebelum sampai ke meja makan. Program Food Waste and Loss (FWL) memiliki tiga langkah utama: pencegahan, penyelamatan, dan pengelolaan. Pencegahan dilakukan lewat edukasi seperti Mindful Eating dan Sekolah Sehat, penyelamatan dengan penyaluran makanan layak konsumsi melalui Sobat Pangan dan Dapur Sayang Pangan, serta pengelolaan sisa makanan menjadi kompos.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMA Negeri 3 Semarang menjadi generasi muda yang bijak terhadap pangan dan menghargai setiap butir nasi yang mereka makan. “Ketika kita membuang makanan, maka semua sumber daya yang digunakan untuk menanam, memanen, dan mengolah makanan itu ikut terbuang,” tegas narasumber.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari para siswa yang menjadi lebih sadar pentingnya tidak membuang makanan dan berkomitmen menerapkan perilaku sayang pangan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh: Brinnete Odelia Setiawan
SMAGA Media Center
